6 Januari 2010
Hari Rabu tersiar kabar Timnas Indonesia akan mengahadapi Oman malam nanti pukul 18.30. lalu saya bergegas memberitahu teman-teman yang lain untuk hadir langsung ke Senayan, memberi dukungan untuk Timnas tersayang. Ya, itu adalah partai penentuan, jika kalah makan tertutup sudah peluang Indonesia untuk melaju ke Piala Asia 2011 di Qatar. Kami datang pukul 14.30 lalu membeli tiket yang bisa dikatakan cukup lancar, tidak ada antrian.
Pertandingan dimulai, hampir 50.000 orang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno hari itu, wajah-wajah penuh harapan dan semangat tinggi untuk melihat Timnasnya untuk melenggang ke Qatar. Saya mendapat tiket masuk dibagian Gate IX, keadaannya sungguh bersahabat karena banyak keluarga membawa anak-anaknya yang antusias untuk melihat jagoannya, saya tahu kebanyakan memang mereka mengidolakan Bambang Pamungkas. Diawal babak pertama, terlihat benar Oman menguasai pertandingan, itu bisa dilihat dengan beberapa kali Oman membombardir gawang Indonesia yang dijaga oleh Markus. Akhirnya pada menit ke-31 Oman berhasil mengoyak gawang Indonesia lewat sundulan Basheer. Yap, 1-0 untuk Oman. Tapi itu tidak membuar para supporter terdiam, kami tetap semangat memberikan teriak sekeras mungkin berharap para pemain semakin semangat karena masih banyak waktu tersisa. Melihat permainan timnya tak berkembang, Bendol melakukan perubahan. Pada menit ke-36, dia menarik keluar Budi dan memasukkan striker Persija Jakarta, Abdul Musafry. Dan, pada menit ke-42 Indonesia mendapat peluang pertama ketika Bambang menyundul bola umpan tendangan pojok Firman Utina. Sayang, usaha Bambang itu mampu diredam Al Habsi yang dengan sempurna menangkap bola yang melaju kencang itu.
Momen ini menjadi kebangkitan Indonesia karena mereka mulai mendominasi pertandingan. Hasilnya diraih pada menit ke-45, ketika Boaz mengoyak jala Al Habsi. dan 1-1 keadaan sementara, diujung babak pertama. Harapan itu kembali datang, semua kembali optimis bahwa Indonesia bisa unggul atas Oman. Babak kedua pun dimulai. Oman terlihat menguasai pertandingan, berkali-kali Oman melesakkan tendangan ke gawang Markus. In my opinion, maybe some people too, Markus bermain sangat baik dan bisa dibilang Man of the Match, HE PLAYED WELL !!
Permainan bola dari kaki ke kaki membuat para pemain Indonesia kesulitan untuk membendung, dan puncaknya terjadi pada menit ke-52, ketika Charis dan Isnan Ali tak mampu mengadang pergerakan Sulaiman yang membuat Oman unggul 2-1. Meskipun terus mendapat tekanan, Indonesia masih bisa keluar menyerang. Sayang, tendangan Boaz yang lebih dulu melakukan solo run masih membentur kaki bek sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.
Pada injury time, ada kejadian menarik yang membuat saya yang tadinya akan meninggalkan stadion menjadi terpaku lagi melihat ke lapangan. Ada seorang supporter Indonesia berlari masuk kelapangan mengjar bola dan berusaha memasukkan ke gawang Al Habsi, sayang gagal ha..ha..ha. Saya cuma bisa bilang, "GILA !!". Sepanjang perjalanan pulang hal itu terus menjadi perbincangan saya dan teman-teman. Awalnya memang terlihat gila tapi setelah dikaji, dibahas, banyak hal dapat dimaklumi oleh supporter tadi.
Tak terasa sudah pukul 21.00 saya harus pulang. Besok akan terjadi banyak perbicangan diberbagai media. Tersingkirnya Timnas dari pertarungan menuju Piala Asia Qatar dan masuknya seorang supporter gila menjadi moment yang tidak akan saya lupakan hari itu.
Sunday, 10 January 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment