Monday, 11 January 2010

Hendri Mulyadi, You're The Man


Saya ingin sedikit membahas soal kejadian unik saat Timnas Indonesia menghadapi Oman, Rabu lalu tanggal 6 Januari di Stadion Gelora Bung Karno Senayan. Sesosok pria berlari masuk ketengah lapangan dan mengejar bola lalu berusaha memasukannya ke gawang Al Habsi. Sungguh tindakan yang berani. Pria tersebut bernama Hendi Mulyadi warga Bekasi. Memang tindakan ini tidak sepenuhnya bisa diterima. Namun apabila dikaji lebih dalam apa yang dilakukan pria berumur 20 tahun bisa diterima bahkan banyak masyarakat yang mendukung tindakannya. Banyak yang menilai hal itu sebagai puncak kekesalan dan kekecewaan akan menurunnya prestasi Timnas Indonesia. Setelah Timnas U-19 gagal, lalu Timnas U-23 yang benar-benar rapuh penampilannya pada SEA GAMES 2009 lalu, kini Timnas senior gagal masuk Piala AFC Qatar 2011.





Masyarakat yang sudah haus akan prestasi hanya bisa menatap kekalahan demi kekalahan yang dialami oleh Timnas. Hal itu puncaknya adalah ketika Indonesia dilibas Oman 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu lalu. Melihat permainan Timnas yang sangat buruk bahkan banyak yang menilai mereka bermain seperti bermain di Tarkam, Hendri Mulyadi sudah tidak dapat menahan rasa kecewanya. Ia masuk lapangan disaat injury time menggiring bola dengan begitu semangatnya dan mencoba memasukkannya ke gawang. Saya sendiri melihat kejadian tersebut awalnya kaget. Apa sih yang ada dipikirannya ? Setelah dia diwawancara dan menegaskan alasan ia berbuat seperti itu, mata saya akhirnya terbuka. Ya, hal bodoh yang dilakukan Hendri bisa jadi merupakan tamparan untuk PSSI. Tapi, apakah nantinya PSSI dengan begitu akan sadar atau tidak, kita lihat saja. Yang pasti apa yang dituturkan Hendri merupakan cerminan apa yang ada dibenak para pecinta sepak bola tanah air, yang menginginkan adanya perubahan secara menyeluruh. Singkatnya, bisa dibilang Reformasi di tubuh PSSI. PSSI yang saat ini dipimpin oleh Nurdin Halid dianggap sudah tidak becus mengurusi persebak bolaan nasional, hal itu bisa dilihat dengan menurunnya prestasi Timnas. Saya yakin banyak yang kecewa melihat peforma Timnas, namun hanya Hendri yang berani berbuat "nyata" mengungkapkan kekecewaannya. Semoga dengan moment ini, supporter kita bisa bersatu bersama-sama menuntut sebuah perubahan yang lebih baik untuk persepak bolaan nasional. Apa yang dilakukan Hendri telah membuka mata kita dimana kita haus akan prestasi. Thanks Hendri, IK HOUD VAN JOU ;p

Sunday, 10 January 2010

6 Januari 2010

Hari Rabu tersiar kabar Timnas Indonesia akan mengahadapi Oman malam nanti pukul 18.30. lalu saya bergegas memberitahu teman-teman yang lain untuk hadir langsung ke Senayan, memberi dukungan untuk Timnas tersayang. Ya, itu adalah partai penentuan, jika kalah makan tertutup sudah peluang Indonesia untuk melaju ke Piala Asia 2011 di Qatar. Kami datang pukul 14.30 lalu membeli tiket yang bisa dikatakan cukup lancar, tidak ada antrian.


Pertandingan dimulai, hampir 50.000 orang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno hari itu, wajah-wajah penuh harapan dan semangat tinggi untuk melihat Timnasnya untuk melenggang ke Qatar. Saya mendapat tiket masuk dibagian Gate IX, keadaannya sungguh bersahabat karena banyak keluarga membawa anak-anaknya yang antusias untuk melihat jagoannya, saya tahu kebanyakan memang mereka mengidolakan Bambang Pamungkas. Diawal babak pertama, terlihat benar Oman menguasai pertandingan, itu bisa dilihat dengan beberapa kali Oman membombardir gawang Indonesia yang dijaga oleh Markus. Akhirnya pada menit ke-31 Oman berhasil mengoyak gawang Indonesia lewat sundulan Basheer. Yap, 1-0 untuk Oman. Tapi itu tidak membuar para supporter terdiam, kami tetap semangat memberikan teriak sekeras mungkin berharap para pemain semakin semangat karena masih banyak waktu tersisa. Melihat permainan timnya tak berkembang, Bendol melakukan perubahan. Pada menit ke-36, dia menarik keluar Budi dan memasukkan striker Persija Jakarta, Abdul Musafry. Dan, pada menit ke-42 Indonesia mendapat peluang pertama ketika Bambang menyundul bola umpan tendangan pojok Firman Utina. Sayang, usaha Bambang itu mampu diredam Al Habsi yang dengan sempurna menangkap bola yang melaju kencang itu.

Momen ini menjadi kebangkitan Indonesia karena mereka mulai mendominasi pertandingan. Hasilnya diraih pada menit ke-45, ketika Boaz mengoyak jala Al Habsi. dan 1-1 keadaan sementara, diujung babak pertama. Harapan itu kembali datang, semua kembali optimis bahwa Indonesia bisa unggul atas Oman. Babak kedua pun dimulai. Oman terlihat menguasai pertandingan, berkali-kali Oman melesakkan tendangan ke gawang Markus. In my opinion, maybe some people too, Markus bermain sangat baik dan bisa dibilang Man of the Match, HE PLAYED WELL !!

Permainan bola dari kaki ke kaki membuat para pemain Indonesia kesulitan untuk membendung, dan puncaknya terjadi pada menit ke-52, ketika Charis dan Isnan Ali tak mampu mengadang pergerakan Sulaiman yang membuat Oman unggul 2-1. Meskipun terus mendapat tekanan, Indonesia masih bisa keluar menyerang. Sayang, tendangan Boaz yang lebih dulu melakukan solo run masih membentur kaki bek sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Pada injury time, ada kejadian menarik yang membuat saya yang tadinya akan meninggalkan stadion menjadi terpaku lagi melihat ke lapangan. Ada seorang supporter Indonesia berlari masuk kelapangan mengjar bola dan berusaha memasukkan ke gawang Al Habsi, sayang gagal ha..ha..ha. Saya cuma bisa bilang, "GILA !!". Sepanjang perjalanan pulang hal itu terus menjadi perbincangan saya dan teman-teman. Awalnya memang terlihat gila tapi setelah dikaji, dibahas, banyak hal dapat dimaklumi oleh supporter tadi.

Tak terasa sudah pukul 21.00 saya harus pulang. Besok akan terjadi banyak perbicangan diberbagai media. Tersingkirnya Timnas dari pertarungan menuju Piala Asia Qatar dan masuknya seorang supporter gila menjadi moment yang tidak akan saya lupakan hari itu.